Sepuluh negara anggota ASEAN dan delapan negara mitra sepakat membangun kerja sama penguatan sistem pertahanan mengantisipasi terorisme (counter terrorism).Kerja sama di antaranya mencakup penguatan informasi di antara negara peserta. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Eris Haryanto menjelaskan, kesepakatan yang dibahas dalam pertemuan di Makassar, Sulawesi Selatan kemarin hingga hari ini merupakan tindak lanjut dari ASEAN Defence Ministers’ Meeting-Plus (ADMM-Plus).

Selain Indonesia selaku tuan rumah, negara-negara yang terlibat dalam ADMM-Plus ini antara lain Rusia, Amerika Serikat (AS), Australia, China, Jepang, India, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Pakistan. Pada pertemuan kemarin (19/9) Rusia dan Myanmar tidak hadir. Menurut Eris, 10 negara ASEAN dan delapan negara mitra bersepakat membangun kerja sama dalam bidang pertahanan, khususnya anti-terorisme yang diketuai Indonesia dan AS sebagai negara plus.

Selain penguatan informasi,kerja sama juga membahas pengembangan sumber daya manusia dan penguatan sistem pertahanan. “Salah satu keputusan dari pertemuan ini nanti akan membentuk expert working group,” ungkap Eris kemarin. Jenderal bintang tiga ini melanjutkan, pertemuan tertutup ini merupakan yang pertama dilaksanakan untuk membicarakan rencana kerja (work plan) selama tiga tahun ke depan. Pertemuan kali ini hanya mendengarkan pandangan negara-negara peserta soal terorisme.

Selanjutnya akan digelar pertemuan lanjutan semester pertama pada 2012 di AS untuk memformulasikan bentuk kerja sama penanggulangan terorisme. “Jadi ini dibicarakan apa saja yang akan dikerjakan tiga tahun ke depan di bidang pertahanan, khususnya bidang counter terrorism,” kata dia. Mantan Irjen Kemenhan ini menambahkan, pertemuan selanjutnya initial planning conference dan final planning conference.

”Setelah final planning conference pertemuan berikutnya membahas desain table top exercise yakni membuat posko komando dan terakhir ada field trip exercise,”tutur dia. Penguatan kerja sama menangkal terorisme di antara negara ASEAN sebelumnya dibahas pada Pertemuan Informal Ke-8 Para Pangab se-Kawasan ASEAN Tahun 2011 (The 8th ASEAN Chiefs of Defense Forces Informal Meeting of 2011) di Jakarta, Maret lalu. Untuk mengantisipasi lahirnya gerakan teroris,negara-negara di Asia Tenggara sepakat untuk melakukan pertukaran data intelijen.

itu, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris mengungkapkan, sejumlah negara justru belajar dari Indonesia soal penanganan kasus terorisme. Pelaku tindak kejahatan luar biasa yang terungkap di Indonesia sudah mencapai ratusan tersangka. Penduduk dunia sekarang ini sedang khawatir dengan berkembangnya kejahatan internasional ini.

“Negara-negara luar belum memiliki konsep yang luar biasa dalam penanggulangan teroris. Banyak yang belajar di Indonesia karena sejak 2000 sampai sekarang sudah 700 teroris yang ditangkap di sini,” kata Irfan yang juga guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini. Selain itu, lanjut Irfan, Indonesia juga aktif menggalang kerja sama dalam menanggulangi terorisme.

Kendati demikian, dia menilai Indonesia masih lemah dalam penegakan hukum yang menyangkut persoalan terorisme. “Hukum di Indonesia dianggap lemah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Singapura yang tegas terhadap pelaku terorisme,” ungkapnya. Irfan melanjutkan, hal yang terpenting saat ini adalah pencegahan tindak radikal yang dilakukan kelompok-kelompok masyarakat, termasuk di dalam kampus.

Dalam hal ini BNPT sedang melakukan pemetaan dan sosialisasi terhadap kalangan remaja, anak sekolah, dan mahasiswa, memberikan pencerahan tentang bahaya radikalisme. “Pelaku teroris bisa tampak, namun kelompok radikal belum berhasil dicegah,”

http://www.aseancommunityindonesia.org/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s